Surja Wahjudianto

Buat Presentasi Anda Lebih Didengar

Inilah yang Saya Kagumi dari Sang Putri yang Satu Ini

Badzlina Sukmawati namanya. Ning Zelly panggilan akrabnya. Berdarah Bali, tapi lahir dan besar di Surabaya. Kalau Anda belum pernah kenal sosoknya, carilah di Google. Anda akan temukan bahwa dia tidak lain adalah Puteri Indonesia Jawa Timur 2015.

Kagum Badzlina SukmawatiDi kancah perhelatan nasional Puteri Indonesia, dia dinobatkan menjadi Puteri Indonesia Kepulauan 2016. Meski tak membawa pulang gelar Puteri Indonesia 2016, prestasi Badzlina memboyong gelar Puteri Indonesia Kepulauan 2016 ini cukup membanggakan.

Cantik? Pasti. Untuk ikut ajang puteri-puterian begini, cantik pastilah syarat utamanya. Kalau masih kurang percaya, tengoklah foto-foto dan video-videonya. Pasti Anda setuju kalau dia cantik jelita.

Pintar? Bagaimana tidak? Saat mengikuti ajang pemilihan Putri Indonesia Jawa Timur tahun 2015 lalu, dia tercatat sebagai mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya. Malahan kini dia telah resmi menjadi seorang dokter. Bahkan, karena cintanya yang besar terhadap anak-anak, Badzlina bercita-cita untuk menempuh spesialisasi dokter anak.

Punya bakat dan keterampilan? Banyak! Tidak hanya terampil menari, Badzlina juga piawai bermain piano, menyanyi, dan berenang. Badzlina tercatat pernah menjuarai dua kompetisi tari, baik level Jawa Timur maupun nasional. Dia juga pernah menjadi juara 1 renang estafet dan juara 2 Piano Forte. Khusus untuk olah raga renang, dia malah punya pengalaman mengesankan, yaitu berenang menyeberangi Selat Madura!

Semua itu tentu membuat saya angkat topi. Prestasi-prestasi itu pasti membuat saya kagum. Tapi yang palingmembuat saya kagum bukan itu.

Yang paling membuat saya kagum sama Badzlina adalah…

Ciumannya

Eit, jangan berpikir yang bukan-bukan dulu! Baca dulu penjelasannya.

Saat itu tengah berlangsung audisi Putri Indonesia Jawa Timur tahun 2016 (setahun setelah angkatan Badzlina). Acara tersebut dihelat di hotel Centra Aria, Jl. TAIS Nasution, Surabaya.

Para juri audisi tersebut berasal dari IAPI Jatim sendiri selaku tuan rumah, Mustika Ratu, Fakultas Psikologi UNAIR, Kompas TV, dan saya sendiri (audisi Bahasa Inggris).

Badzlina hadir di sana atas undangan IAPI Jatim untuk berbagi pengalaman dan memberikan motivasi kepada para peserta. Satu di antara para peserta itu nantinya akan menggantikan posisi Badzlina sebagai Puteri Indonesia Jawa Timur.

Setelah berbagi pengalaman dan motivasi, serta berbincang-bincang cukup lama, akhirnya Badzlina pamit pulang. Dia berpamitan dan menyalami semua panitia dan juri audisi.

Saat dia menghampiri meja saya, saya juga tahu kalau dia mau pamitan sama saya. Tapi yang saya tidak tahu adalah apa yang dia lakukan sejurus kemudian.

Sambil berkata, “Pak Surja, Zelly pamit dulu ya,” dia menyodorkan tangannya. Saya pun menyodorkan tangan saya. Yang tidak saya duga adalah dia lalu membungkuk, meraih tangan saya dan… menciumnya!

Badzlina ‘salim’ sama saya! Persis seperti seorang anak berbakti yang mencium tangan orang tuanya. Saya terkesima.

Bagaimana mungkin seorang Badzlina mencium tangan saya dengan takzim? Bagaimana mungkin seseorang yang telah meraih gelar Puteri Indonesia Jawa Timur 2015 dan Puteri Indonesia Kepulauan 2016 bersikap begitu santun dan penuh rasa hormat kepada saya?

Meskipun seketika itu saya merasa menjadi tua, tapi saya bangga. Saya merasa dihormati dan ‘dituakan’.

Kalau dia melakukannya saat masih menjadi peserta audisi, tentu saya patut bertanya-tanya. Jangan-jangan dia melakukannya hanya untuk mendapat simpati dan supaya dapat nilai tinggi.

Tapi dia melakukannya saat dia sudah tenar. Nama dan wajahnya kerap muncul menghiasi berbagai media massa. Gelar dokter pun (saat itu) tak lama lagi akan diraihnya.

Saat itulah saya menyadari bahwa kualitas kepribadiannyalah yang membuatnya bersikap demikian. Saya mengerti bahwa dia bertindak atas naluri bertata krama yang luhur. Dia melakukannya untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang yang ‘dituakannya’.

Ooh, Badzlina!

Benar saya kagum akan kecantikannya. Saya juga kagum akan kecerdasannya. Saya pun kagum akan prestasi-prestasi yang telah diraihnya. Tapi yang palingmengagumkan bagi saya adalah… ciumannya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *