Surja Wahjudianto

Buat Presentasi Anda Lebih Didengar

Jangan Langgar Aturan Ini, Maka Slide PowerPoint Anda akan Keren

Perhatikan dua contoh slide PowerPoint berikut ini:

Slide buruk 2

Contoh Slide Buruk 2

Apakah menurut Anda 2 slide tersebut menarik dan efektif untuk membawakan presentasi?

Pasti jawaban Anda tidak, bukan?

Hal ini karena 2 slide tersebut melanggar aturan dasar dalam mendisain slide PowerPoint, yaitu:

1. Teks minimal

2. Gambar maksimal

Mari kita bahas satu-persatu untuk memahaminya lebih dalam:

1. Teks minimal

Kebanyakan slide presentasi yang penuh teks karena pembicaranya hendak mengandalkan teks tersebut saat presentasi. Dia khawatir kalau-kalau dia lupa saat di tengah-tengah presentasinya.

Dengan adanya slide yang penuh teks dia tinggal membacanya. Sehingga sebagian besar waktunya saat presentasi dihabiskan dengan menghadap layar daripada menghadap audiens.

Hal ini tentu kontraproduktif bagi kesuksesannya berpresentasi. Audiens tidak suka dibelakangi saat pembicara berbicara. Ini sama halnya dengan orang membelakangi kita saat dia berbicara dengan kita.

Karena itu teks dalam satu slide mesti diupayakan seminimal mungkin. Semakin sedikit, semakin baik. Teks yang sederhana itu mudah dicerna dan mudah diingat.

Usahakan agar hanya ada satu gagasan dalam satu slide. Dua gagasan atau lebih dalam satu slide membuat audiens tidak fokus.

2. Gambar maksimal

Pepatah mengatakan: “A picture is worth a thousand words. Sebuah gambar itu bernilai seribu kata.”

Beri gambar pada slide Anda maka gambar tersebut akan menceritakan segalanya.

Gambar sangat efektif untuk membentuk asosiasi. Asosiasi dengan bantuan gambar ini membantu audiens untuk lebih mengingat pesan-pesan yang Anda sampaikan.

Ada beberapa syarat dalam penggunaan gambar bagi slide Anda:

Gunakan gambar resolusi tinggi. Gambar resolusi rendah tampak pecah-pecah. Kualitas tampilan slide jadi rendah alih-alih meningkat. Gambar resolusi tinggi jelas dan menarik. Ini bisa membantu audiens untuk lebih memahami materi presentasi Anda.

Gunakan gambar tanpa watermark. Watermark adalah tanda berupa tulisan atau logo yang umumnya berwarna putih transparan yang digunakan untuk menandai bahwa gambar tersebut ada hak ciptanya. Gambar dengan watermark memberi kesan buruk bagi slide Anda.

 

Gambar mesti relevan. Jangan hanya lantaran Anda suka lalu Anda masukkan suatu gambar ke dalam slide Anda. Pastikan bahwa gambar tersebut relevan dengan poin bahasan Anda. Gambar yang tidak relevan malah akan membingungkan audiens.

Mari kita lihat contoh-contoh berikut ini:

Slide Hello Kitty Buruk 2

Slide ini teksnya belum minimal. Teksnya masih masih terlalu banyak sehingga sulit untuk ditangkap dengan cepat. Gambarnya memang ada tetapi tidak relevan dengan gagasan yang disampaikan.

Karena itu slide tersebut mesti diperbaiki. Berikut hasil perbaikannya:

Slide Kontak mata bagus 2

Teks di slide di atas lebih ringkas. Ia hanya mengambil kata-kata kuncinya saja dari teks sebelumnya, yaitu: Kontak mata tanda pendengar yang baik.

Gambarnya kali ini relevan dengan gagasan yang disampaikan. Seorang wanita yang tengah menatap (melakukan kontak mata dengan) lawan bicaranya.

Sekarang mari kita lihat contoh yang kedua:

Slide remaja jogja buruk 2

Teks di slide ini masih kurang minimal, meskipun lebih sedikit dibanding teks di slide di contoh yang pertama yang belum diperbaiki. Karena itu perlu diminimalkan dengan mengambil kata-kata kuncinya saja. Kata-kata kuncinya adalah: remaja, hamil luar nikah, Yogyakarta, 720 orang, tahun ini.

Gambarnya sudah relevan dengan gagasan, hanya ukurannya yang mesti dimaksimalkan agar efeknya buat audiens terasa.

Berikut hasil perbaikannya:

Slide remaja jogja bagus 2

Bagaimana menurut Anda? Infrormasi dan gambar persis sama, tapi efeknya lebih terasa kan dibandingkan slide yang sebelumnya? Ini karena slide ini mengikuti aturan teks minimal dan gambar maksimal.

Berikan pendapat Anda di kolom komentar berikut ini ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *