Surja Wahjudianto

Buat Presentasi Anda Lebih Didengar

3 Langkah Menutup Presentasi yang Membuat Anda Dirindukan

Perhatikan contoh penutupan berikut ini:

Demikian presentasi dari saya. Semoga bermanfaat. Mohon maaf apabila ada kata-kata saya yang salah, baik yang saya sengaja maupun yang tidak sengaja…”

Seberapa sering Anda mendengarnya? Atau Anda sendiri yang melakukannya? 

Seandainya Anda yang duduk di bangku audiens dan mendengarkan penutupan seperti di atas, apakah Anda akan merindukan untuk mendengarkan presentasinya berikutnya? Saya yakin jawaban Anda tidak, bukan?

Penutupan presentasi, meski terletak di bagian akhir, memiliki peran penting bagi kesuksesan sebuah presentasi. Ini adalah saat-saat terakhir interaksi Anda dengan audiens. Karena itu momen ini harus diberdayakan semaksimal mungkin agar pesan-pesan Anda bisa diingat dan dikenang oleh audiens dan Anda menjadi pembicara yang dirindukan.

Lalau bagaimana menutup presentasi yang bisa membuat Anda dirindukan itu?

Tutuplah presentasi Anda dengan formula RANGKA. Apa itu RANGKA?

RANG adalah rangkuman

Merangkum sangat penting untuk mengingatkan audiens kembali pesan-pesan dan pelajaran yang telah Anda berikan. Orang lebih mudah mengingat hal-hal yang ringkas daripada hal-hal yang bertele-tele. Dengan memberi rangkuman pesan Anda jadi bisa dikenang audiens untuk jangka lama.

Misalkan Anda memberikan presentasi dengan judul “4 Cara Meningkatkan Kualitas Pelayanan kepada Pelanggan” seperti yang dibawakan Joko dalam artikel cara mengembangkan isi presentasi ini. Dalam presentasi Anda itu ada 4 poin yang Anda ajarkan dan paparkan (keramahan, kecepatan, ketepatan, dan kenyamanan)

Maka ketika hendak menutup presentasi katakan seperti ini:

Jadi bapak-ibu sekalian… Sebelum kita akhiri mari kita rangkum apa yang telah kita pelajari…

Selama satu jam terakhir kita telah belajar empat cara meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Poin yang pertama adalah keramahan. Poin yang kedua adalah kecepatan. Yang ketiga adalah ketepatan. Dan yang keempat adalah kenyamanan.”

Akan lebih bagus kalau Anda mengajak audiens untuk bersama-sama menyebutkan poin-poin tersebut. Caranya dengan memberikan jeda seperti ini: “Poin yang pertama adalah…” Anda diam ketika selesai mengatakan kata ‘adalah’ dan membiarkan audiens yang melanjutkan. Ini untuk membuat mereka terlibat dan lebih memperhatikan.

Penting juga diingat bahwa Anda mesti menahan godaan untuk menjabarkan lagi masing-masing poin tersebut. Karena kalau itu Anda lakukan presentasi Anda akan berputar-putar dan tidak akan selesai-selesai. Jadi cukup rangkum poin-poinnya saja, persis seperti contoh di atas.

K adalah kata-kata mutiara

Ya, kata-kata mutiara. Di pembukaan Anda bisa menggunakan kata-kata mutiara. Di penutupan Anda juga bisa menggunakan kata-kata mutiara.

Kita semua suka dengan kata-kata mutiara atau kata-kata bijak. Kata-kata ini bisa memantik emosi tertentu dalam diri kita. Kata-kata ini memberikan inspirasi dan bisa jadi pedoman atau moto hidup kita.

Kata-kata mutiara inilah kunci yang membuat presentasi Anda dikenang dan dirindukan.

Contoh:

“Laurice Leitao mengatakan, ‘Our greatest asset is the customer! Treat each customer as if they are the only one. Aset terbesar kita adalah para pelanggan. Perlakukan setiap pelanggan seolah-olah mereka adalah satu-satunya’.”

Kata-kata di atas bermakna dalam dan layak untuk diingat. Ini bisa menjadi pesan yang bisa dibawa pulang oleh audiens dan dikenang untuk waktu yang lama.

Carilah kata-kata mutiara yang relevan dengan topik presentasi Anda. Jangan menggunakan kata-kata mutiara yang tidak relevan meskipun maknanya bagus dan hanya karena Anda suka. Hal ini akan jadi gangguan alih-alih jadi bantuan.

Setelah menyampaikan kata-kata mutiara kini saatnya Anda memberikan…

A adalah ajakan untuk bertindak

Ilmu yang Anda sampaikan dalam presentasi Anda tidak akan berdampak besar buat audiens jika mereka tidak melakukan atau menerapkannnya. Penting bagi mereka untuk bertindak setelah mendapatkan ilmunya. Karenanya sebagai pembicara Anda perlu secara langsung mengajak audiens bertindak segera setelah selesai mendengarkan presentasi Anda.

Katakan:

Bapak-ibu sekalian… Ilmu yang tidak diterapkan ibarat buku yang tidak pernah dibaca. Karena itu saya sungguh-sungguh mengajak Anda untuk menerapkan ilmu yang Anda pelajari hari ini sekarang juga. Mari melayani setiap pelanggan kita seolah-olah mereka adalah satu-satunya.”

Saya Surja Wahjudianto. Sampai ketemu di kesempatan berikutnya. Selamat pagi!”

3 langkah penutupan di atas ringkas dan jelas. Ringkas maksudnya tidak bertele-tele. Hal yang bertele-tele itu membosankan dan bahkan menjengkelkan. Audiens tidak menyukai itu.

Jelas maksudnya struktur dan pesannya mudah dipahami sehingga mudah diingat atau dikenang.

Dengan menerapkan 3 langkah tersebut dalam presentasi Anda berikutnya saya yakin Anda menjadi pembicara yang dirindukan adiens Anda. Selamat mencoba!

Pertanyaan:

Apakah Anda mengetahui langkah-langkah penutupan lain selain langkah-langkah di atas? Bisakah Anda membagikannya di kolom komentar berikut ini agar pembaca lain bisa juga belajar dari Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *