Surja Wahjudianto

Buat Presentasi Anda Lebih Didengar

Mengembangkan Isi Presentasi ala Brian Tracy

Bayangkan situasi berikut ini.

Joko diberi tugas oleh pimpinannya di kantor untuk memberikan presentasi mengenai bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Presentasi ini akan disampaikan minggu depan dalam acara pertemuan tahunan di kantornya.

Joko bingung dan mulai merasa nervous. Sudah lama dia tidak membawakan presentasi. Terakhir kali dia memberikan presentasi adalah lima tahun lalu saat dia masih mahasiswa. Itu pun tidak bagus-bagus amat. Joko makin gelisah.

Tapi karena Joko adalah karyawan yang berdedikasi, dia menerima tugas itu dengan tanggung jawab penuh. Mulai saat itu dia sibuk mengumpulkan bahan untuk materi presentasinya. Dia melakukan survei kecil, tanya sana-sini, baca-baca, dan browsing internet. Setelah segala upayanya yang tak kenal lelah itu akhirnya dia mendapatkan 4 poin bagi presentasinya, yaitu:

4 cara meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan:

1. Keramahan

2. Kecepatan

3. Ketepatan

4. Kenyamanan

Tapi masalah kedua datang. Sekarang Joko tidak tahu bagaimana cara mengembangkan poin-poin tersebut menjadi satu konten presentasi yang panjang dan terstruktur dengan baik. Ahh, Joko kembali pusing.

Beruntung Joko menemukan blog katasurja.wordpress.com ini dan mempelajari teknik mengembangkan isi presentasi. Joko mulai sedikit lega.

Teknik apakah itu yang dipelajari Joko itu?

Teknik ini disebut teknik PREP yang dipopulerkan oleh Brian Tracy. Brian Tracy adalah seorang pembicara motivasi terkemuka di dunia terutama dibidang kepemimpinan dan penjualan.

PREP adalah Point, Reason, Example, Point.

Point adalah salah butir dari isi presentasi yang dijabarkan menjadi satu kalimat penuh. Ini menjadi pernyataan Anda.

Reason adalah alasan mengapa Anda membuat pernyataan tersebut.

Example adalah contoh-contoh yang mendukung pernyataan Anda tersebut.

Point adalah mengulang pernyataan Anda yang sebelumya, namun kali ini disampaikan dengan cara yang berbeda.

Mari kita ambil contoh dari point pertama yang dikembangkan Joko:

Keramahan

Point (Pernyataan, dalam satu kalimat penuh):

Keramahan adalah salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Reason (Mengapa Anda memberikan pernyataan di atas):

Karena semua orang ingin diperlakukan dengan ramah oleh orang lain. Demikian juga dengan pelanggan, mereka akan senang jika kita perlakukan dengan ramah dan menyenangkan.

Example (Contoh, bisa berupa penjelasan, data, cerita, dsb):

Pelanggan yang datang ke perusahaan kita dengan niat untuk membeli produk, lalu disambut oleh karyawan kita dengan sambutan hangat dan senyuman, berpeluang besar untuk jadi membeli produk kita dibandingkan jika dia disambut dengan sambutan dingin dan muka masam.

Demikian pula jika ada pelanggan mengalami masalah lalu menyampaikan keluhan. Jika dia ditanggapi dengan kesabaran dan empati akan lebih mudah untuk menyelesaikan masalahnya dari pada jika dia ditanggapi dengan adu argumentasi dan sikap menang sendiri.

Point (Mengulang pernyataan sebelumnya, disampaikan dengan cara yang berbeda):

Keramahan sungguh merupakan satu elemen penting dalam menciptakan kualitas pelayanan yang prima kepada pelanggan.

Nah, satu poin telah selesai dikembangkan Joko dengan baik dan terstruktur rapi. Lalu Joko fokus mengembangkan 3 poin berikutnya (kecepatan, ketepatan, kenyamanan) dengan cara yang sama.

Singkat cerita Joko berhasil menyelesaikan naskah presentasinya dan akhirnya berhasil membawakan presentasinya secara mengesankan.

Setelah presentasi tersebut semua kolega dan pimpinan kantor menghampirinya. Mereka memujinya dan memberikan selamat. Mereka tidak menyangka bahwa Joko bisa membawakan presentasi sebagus dan semenarik itu.

Nah, kalau Anda juga ingin sukses membawakan presentasi seperti Joko, cobalah untuk teknik PREP ala Brian Tracy ini dalam presentasi Anda berikutnya. Selamat mencoba dan semoga sukses seperti Joko. πŸ™‚

Pertanyaan:

Jika Anda sudah pernah mencoba teknik ini, bagaimana pendapat Anda? Bagikan pengalaman Anda agar pembaca yang lain bisa juga belajar dari Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *