Surja Wahjudianto

Buat Presentasi Anda Lebih Didengar

3 Teknik Membuka Presentasi yang Menggoda

 

Bayangkan Anda tengah mendengarkan presentasi dari seorang pembicara dan dia mengawalinya dengan pembukaan seperti berikut ini:

Selamat pagi bapak/ibu sekalian. Sebelumnya saya mohon maaf karena saya agak grogi dalam menyampaikan presentasi ini. Terus terang saya kurang siap karena seminggu terakhir ini banyak pekerjaan lain yang menumpuk sehingga tidak fokus untuk menyiapkan materi presentasi ini…”

Bagaimana perasaan Anda? Pasti Anda dan audiens yang lain kehilangan gairah untuk mendengar kelanjutan dari presentasinya, bukan?

Hal ini karena kualitas pembukaan presentasi sangat menentukan apakah presentasi itu akan didengar oleh audiens atau diabaikan oleh mereka. Jika pembukaannya menarik dan mengesankan, audiens akan terus mengikuti pembicara. Sebaliknya, jika pembukaan ini datar-datar saja dan cenderung membosankan, besar kemungkinan mereka akan mengabaikan pembicara.

Masih ingat tagline lama iklan Axe di televisi yang berbunyi “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.”? Dalam konteks presentasi kalau kesan awal presentasi Anda begitu ‘menggoda’, maka mau Anda bawa kemana presentasi Anda selanjutunya terserah Anda. Audiens akan tetap bersama Anda, audiens akan tetap mengikuti Anda.

Karena itu Anda mesti membuat pembukaan presentasi yang bisa ‘menggoda’, agar audiens tetap bersama Anda dan tetap mendengarkan Anda. Berikut ini saya akan membagikan tiga teknik untuk membuka presentasi yang ‘menggoda’:

1. Mengajukan pertanyaan

Pertanyaan yang Anda ajukan di awal presentasi membuat audiens berpartisipasi dan berpikir. Partisipasi dan berpikir ini membuat mereka menaruh perhatian pada Anda.

Ada dua jenis pertanyaan untuk membuka presentasi: pertanyaan langsung dan pertanyaan retoris.

Pertanyaan langsung adalah pertanyaan yang memang membutuhkan jawaban dari audiens.

Contoh-contoh:

1. “Selamat pagi bapak/ibu sekalian… Siapa yang sepagi ini sudah update status Facebook?” (Respons audiens: mengangkat tangan).

2. “Selamat malam bapak/ibu… Apa yang terlintas dalam benak Anda ketika mendengar kata Bali?” (Respons audiens: indah, cantik, turis asing, Hindu, dll.)

3. “Selamat pagi adik-adik mahasiswa baru yang saya cintai… Menurut adik-adik apa indikator seorang mahasiswa itu bisa dikatakan berhasil?” (Respons audiens: lulus cepat, nilai tinggi, pergaulan luas, memimpin organisasi mahasiswa, dll.)

Respons audiens memicu adanya interaksi. Interaksi ini membuat audiens memperhatikan dan fokus kepada Anda sebagai pembicara.

Perlu diperhatikan bahwa pertanyaan ini lebih ditujukan untuk membuat audiens berpartisipasi, bukan untuk menguji mereka. Kalau Anda menguji mereka dengan memberikan pertanyaan sulit maka audiens akan enggan untuk berinteraksi atau memberikan respons.

Misalnya Anda menanyakan: “Sebutkan nama-nama seluruh menteri di jajaran kabinet sekarang?” Pertanyaan ini malah membuat audiens menghindar untuk menjawab dan mereka akan pura-pura asyik dengan gadget mereka masing-masing.

Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban langsung dari audiens, tetapi membuat mereka berpikir.

Contoh:

“Selamat malam hadirin sekalian yang saya hormati… (hening) Apa yang akan lakukan jika Anda tahu bahwa hari ini adalah hari terakhir Anda hidup di dunia?…” (hening)

Pertanyaan ini tidak merangsang audiens untuk menjawab, tetapi membuat audiens berpikir atau merenung. Dalam hati audiens akan berkata: “Iya, ya, kalau hari ini adalah hari terakhir saya berada di dunia ini apa yang mesti saya lakukan?”

Topik dari presentasi dengan pembukaan seperti ini misalnya “Menjadi Pribadi yang Terbaik dengan Melakukan yang Terbaik Setiap Hari.”

2. Kata-kata mutiara

Kita semua suka dengan kata-kata mutiara atau kata-kata bijak. Kata-kata ini bisa memantik emosi tertentu dalam diri kita. Kata-kata ini memberikan inspirasi dan bisa jadi pedoman atau moto hidup kita.

Karena itu kata-kata mutiara ini bisa sangat efektif untuk dipakai sebagai pembukaan presentasi.

Contoh:

1. “Selamat pagi hadirin yang luar biasa… Michael Jordan pernah mengatakan: ‘Saya pernah gagal, dan gagal lagi, dan gagal lagi dalam hidup saya. Karena itulah saya kini berhasil.'” (Topik: motivasi).

2. “Selamat siang ayah-bunda sekalian yang saya cintai… Anak-anak adalah peniru yang hebat. Maka berikanlah mereka sesuatu yang hebat untuk ditiru.” (Topik: parenting).

3. “Selamat malam saudara-saudara yang dahsyat… Brian Tracy mengatakan: ‘Jika Anda ingin lebih sukses keluarlah lebih sering, temui lebih banyak orang, dan ambillah lebih banyak kesempatan.'” (Topik: sukses menjual).

3. Pernyataan yang mengagetkan

Ini sangat efektif untuk membuat audiens memperhatikan Anda. Namun pesan saya, Anda mesti hati-hati dalam menggunakannya, dan Anda harus mengerti betul karakter audiens Anda. Karena kalau tidak audiens bisa salah paham dan runyamlah presentasi Anda.

Seperti apa sih pembukaan dengan pernyataan yang mengagetkan ini?

Contoh:

Setting: Anda adalah mahasiswa ITS yang sedang berbicara dalam suatu forum yang dihadiri oleh para mahasiswa dan alumni ITS.

Anda membuka presentasi Anda seperti ini:

“Selamat pagi rekan-rekan mahasiswa dan kakak-kakak alumni yang saya hormati… Sejujurnya… saya benci ITS! (hening)

Lalu Anda melanjutkan:

“Itu dulu, saat orang tua saya memaksa saya untuk kuliah di ITS, padahal saya ingin kuliah di Jakarta. Tetapi kini setelah satu tahun berada di ITS saya tidak hanya suka ITS tetapi saya cinta ITS, dan bahkan ITS menjadi bagian dari hidup saya!”

Bisa Anda bayangkan bagaimana wajah dan perasaan audiens saat Anda mengatakan ‘saya benci ITS.’ Mereka pasti terkejut dan bahkan mungkin marah. Pada titik ini pasti semua audiens fokus memperhatikan Anda dan penasaran menantikan apa yang akan Anda katakan selanjutnya. Begitu Anda melanjutukan bahwa rasa benci itu adalah perasaan Anda dahulu, maka legalah mereka. Tapi yang pasti Anda telah berhasil menarik perhatian mereka sejak awal.

Itulah 3 teknik membuka presentasi yang menggoda yang bisa Anda terapkan untuk presentasi-presentasi Anda berikutnya. Saya akan senang sekali jika setelah ini Anda mematikan komputer atau smartphone Anda dan mulai berlatih. Selamat berlatih!

Pertanyaan:

Manakah dari ketiga teknik pembukaan di atas yang paling Anda sukai dan mengapa Anda menyukainya? Bagus sekali kalau Anda bersedia membagikannya di kolom komentar berikut agar pembaca lain bisa belajar dari Anda juga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *