Surja Wahjudianto

Buat Presentasi Anda Lebih Didengar

Pentingnya Jeda dalam Presentasi

Meski sangat penting, jeda atau diam sejenak dalam presentasi kerap dilupakan.

Kebanyakan pembicara akan berbicara panjang lebar, sepanjang-panjangnya dan selebar-lebarnya, tanpa memberikan jeda yang perlu. Seolah-olah dengan berbicara cepat itu dia bisa memberikan banyak kepada audiens.

Mereka tidak sadar bahwa cara penyampaian seperti itu justru kontraproduktif bagi tercapainya tujuan presentasinya.

Padahal dengan memberikan jeda sejenak justru akan memberikan hasil positif bagi keberhasilan presentasinya.

Berikut tiga alasan mengapa Anda mesti memberikan jeda dalam pembicaraan Anda.

1. Menekankan kata-kata penting
Kata-kata yang penting menjadi tidak terdengar penting jika Anda mengucapkannya dengan kecepatan sama dengan yang lainnya. Anda melanjutkan kata-kata Anda dengan kata berikutnya, kata berikutnya, dan berikutnya. Sambung menyambung menjadi satu.

Anda terus-menerus bicara, tidak memberikan waktu buat audiens untuk mencernanya atau meresapinya.

Gunakan jeda sebelum kata penting yang hendak Anda ucapkan. Dengan adanya jeda ini membuat kata penting yang hendak Anda ucapkan menjadi beda. Ini seperti meng-highlight tulisan dengan Stabilo pada buku.

Kata-kata yang ingin Anda tekankan tidak lagi samar-samar, tetapi jadi jelas. Ia jadi menancap di benak audiens secara lebih kuat.

2. Membuat audiens penasaran
Salah satu cara untuk membuat presentasi Anda menarik adalah membuat audiens penasaran dengan apa yang akan Anda ucapkan. Dan salah satu cara untuk membaut audiens penasaran adalah dengan menggunakan jeda sebelum kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu.

Lamanya jeda bisa terserah Anda selama Anda nyaman melakukannya. Jeda 5 detik sudah sangat lama. Apakah Anda sanggup memberikan jeda selama 5 detik sebelum Anda mengucapkan kata-kata Anda berikutnya?

Kalau Anda bisa, silakan lakukan. Kalau tidak, ya kurangi.

3. Memberikan humor
Unsur humor dalam presentasi sangat disarankan. Humor menjadikan presentasi Anda hidup dan tidak membosankan.

Salah satu cara memantik humor adalah dengan membuat audiens kecele atau salah duga. Yang paling umum dalam membuat audiens kecele ini adalah dengan menyebutkan tiga hal. Dua hal pertama adalah hal yang orang umumnya ketahui. Hal yang ketiga adalah hal yang berbeda dari dugaan audiens.

Contoh:
Tiga ta yang menjadi godaan manusia di dunia adalah harta, tahta dan… Cita Citata.

Setelah Anda mengucapkan “tahta dan…” audiens menduga Anda akan mengucapkan wanita. Begitu yang terlontarkan oleh Anda adalah kata-kata yang lain audiens kecele. Saat mereka kecele inilah timbul rasa lucu yang memancing mereka tertawa.

Penting untuk diingat setelah mengucapkan “tahta dan…” Anda harus memberikan jeda. Hal ini untuk membuat kata berikutnya ini jadi istimewa, berbeda dengan kata-kata sebelumnya. Dengan menjadikannya istimewa kata ini menjadi lebih diperhatikan. Saat mereka memperhatikan kemudian Anda mengucapkan kata yang berbeda dari dugaan mereka maka meledaklah tawa mereka.

Setelah Anda tahu arti penting dari jeda bagi presentasi Anda, jangan lupa terapkan dalam presentasi Anda.

Pertanyaan:
Berapa lama Anda akan memberikan jeda dalam presentasi Anda beriktunya untuk membuatnya berbeda dari presentasi-presentasi Anda sebelumnya? Ayo, bagikan jawaban Anda di kolom komentar berikut ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *