Surja Wahjudianto

Buat Presentasi Anda Lebih Didengar

Inilah Alasan Mengapa Anda Harus Latihan Sebelum Presentasi

“Lebih baik bermandi peluh saat latihan daripada bermandi darah saat pertarungan.” ~Anonim

Kalau Anda termasuk mereka yang jarang atau tidak pernah latihan sebelum membawakan presentasi, Anda harus berpikir ulang. Latihan sungguh sangat penting, bahkan – ada yang bilang – latihan sebelum presentasi itu sama pentingnya seperti presentasi itu sendiri.

Saya tidak ingat lagi berapa kali saya telah memberikan training mengenai “Presentation Skills“. Saya telah memberikan pelatihan ini di sekolah-sekolah, kampus-kampus, perusahaan swasta, kantor pemerintah dan lain-lain. Tapi, setiap kali saya akan memberikan training ini saya selalu latihan di rumah, meski materinya sama persis. Kecuali undangannya dadakan!

president-1822449_1280

Saya berlatih dimana saja: di ruang tamu (sementara anak saya bermain), di dapur (sementara istri saya memasak), di kamar tidur, bahkan di kamar mandi. Saya berbicara sendiri sambil membayangkan saya sedang berbicara di depan audiens. Awalnya canggung, bahkan istri saya menganggap saya aneh. Tapi lama-lama jadi terbiasa.

Lalau mengapa saya mesti latihan? Apa keuntungannya buat saya?

Saya merasakan manfaat yang luar biasa dari latihan ini. Training-training saya menjadi jauh lebih baik dengan semakin seringnya saya latihan. Karenanya saya merekomendasikan Anda untuk melakukannya juga.

Berikut empat alasan mengapa kita harus latihan sebelum membawakan presentasi:

1. Memperbaiki naskah

Dengan latihan kita akan punya kesempatan untuk memperbaiki naskah kita. Latihan memungkinkan munculnya ide-ide baru berkaitan dengan naskah presentasi kita. Kita bisa mengganti, menambahkan, atau mengurangi kata-kata atau data-data menjadi lebih baik dan lebih sesuai.

Misalnya, awalnya Anda akan menyampaikan lima poin dalam presentasi mengenai “Bagaimana Meningkatkan Kualitas Pelayanan kepada Pelanggan” yaitu: keramahan, kecepatan, ketepatan, kenyamanan dan profesionalisme. Setelah latihan Anda merasa bahwa lima poin ini tidak akan bisa tersampaikan dalam waktu yang dialokasikan panitia. Karenanya Anda memutuskan bahwa Anda hanya akan memberikan empat poin, yaitu: keramahan, kecepatan, ketepatan, dan kenyamanan.

2. Menghindari lupa.

Lupa adalah satu kesalahan yang bisa merunyamkan presentasi kita dan menurunkan kredibilatas kita sebagai pembicara. Kalau kita lupa apa yang akan kita katakan audiens jadi bertanya-tanya apa benar bahwa kita ini pembicara yang layak didengarkan dan dipelajari ilmunya.

Dengan latihan kita meminimalkan resiko lupa tersebut. Kita jadi lebih ingat materi presentasi kita, apa kata-kata penting yang mesti kita tekankan, apa kutipan-kutipan yang harus kita sampaikan, berapa angka-angka yang mesti kita sebutkan, dan sebagainya.

Dengan latihan otak kita tidak perlu bekerja keras mengingat-ingat. Pembicaraan kita jadi mengalir lancar, enak didengar dan diikuti.

3. Lebih menjiwai

Kalau kita tidak latihan sebelum presentasi kita jadi kurang menjiwai materi presentasi. Kata-kata kita jadi hambar, tidak terlalu enak didengar dan mudah dilupakan.

Dengan latihan kita serasa memberikan ruh bagi presentsi kita. Presentasi jadi lebih hidup dan menyenangkan. Dampaknya, presentasi kita jadi meninggalkan kesan bagi audiens.

4. Tahan terhadap gangguan

Berbagai macam gangguan bisa muncul saat presentasi kita sedang berlangsung. Bentuknya bisa berupa peserta yang datang terlambat, laptop atau projector yang bermasalah, microphone yang tidak bekerja, dan sebagainya.

Pembicara yang tidak latihan akan terpengaruh cukup besar oleh gangguan-gangguan ini. Dia bisa lupa atau tersendat dalam penyampaiaannya karena ada kejadian yang di luar skenarionya. Ini semacam kejutan yang tidak enak. Karena terkejut, dia bisa jadi blank.

Sebaliknya, pembicara yang telah latihan akan kebal akan gangguan-gangguan ini. Peta jalan presentasinya telah tersimpan di memorinya dengan apik sehingga perjalanan presentasinya jadi lebih lancar. Gangguan-gangguan itu hanya akan berdampak kecil atau tidak ada sama sekali bagi presentasinya.

Begitu ada gangguan, dia mungkin akan berhenti sebentar sampai gangguan itu reda atau hilang. Begitu gangguan itu lewat, dia bisa melanjutkan presentasinya dengan lancar seolah tidak terjadi suatu apapun.

Itulah empat alasan mengapa kita harus melakukan latihan sebelum membawakan presentasi. Latihan akan akan membantu kita memperbaiki naskah, menghindari lupa, lebih menjiwai dan tahan terhadap gangguan.

Karena itu, kalau kita setuju bahwa “bermandi peluh saaat latihan itu lebih baik daripada bermandi darah saat pertarungan” maka sebaiknya kita latihan, latihan dan latihan sebelum pertarungan presentasi yang sesungguhnya.

Pertanyaan:

Apa pengalaman Anda dalam membawakan dengan atau tanpa latihan? Bagikan ya di kolom komentar berikut.

Picture source: Sasint on Pixabay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *